Jatuh.



Perihal apakah kamu melihatku atau tidak, perasaan ini murni telah jatuh kepadamu. Entah siapa yang pantas untuk menyandang predikat "salah" dalam hal ini akupun tidak tahu. Kamu yang terlalu hangat atau aku yang begitu mudah untuk tersentuh. 

Aku pernah menutup segala sisi dalam diri, termasuk hati yang begitu aku jaga. Pengalaman masa lalu membuatku takut pada siapa-siapa yang mungkin datang lalu menghilang.
Namun, kamu hadir dengan begitu sederhana membawa senyum hangat serta tawa hingga membuatku lupa kalau aku pernah setakut itu akan manusia.

Hadirmu membawa hari beratku terasa lebih ringan dari biasanya. Ku akui itu. 

Bisakah kamu melihatnya sekali saja ?
Tentang bagaimana lisanmu yg terucap tanpa sadar membuatku tersenyum tanpa aba aba,
Tentang betapa sulitnya aku menahan diri untuk tidak memperhatikanmu,
Juga tentang bagaimana nanti ku jelaskan pada dunia bahwa aku menyukaimu tanpa harapan apa-apa.

Begitu rasanya jatuhku, seperti benar namun ternyata salah. 




Comments