Posts

jeda;

Image
yang ternyata, siapa-siapa saja pernah berada dalam masa sulit dalam hidupnya terjatuh kemudian bangkit lagi, pun ada beberapa yang lain memilih terjebak dalam situasi yang bukan inginnya tidak ada yang pantas untuk disalahkan, bukan? karena bukan perkara mudah seperti ucapan khalayak yang hanya terlontar tidak pula membenarkan bahwa berjalan ditempat adalah sebuah pilihan baik hanya saja, terkadang memberi jeda juga bukan pilihan buruk sebab semua itu adalah- sebuah proses dalam hidup, jadi tidak apa untuk beristirahat memberi sedikit ruang untuk bernafas memberi waktu untuk berdamai dengan diri menerima segala yang patut disyukuri dan, merasa cukup atas apa apa- yang sudah dimiliki

terima kasih.

Image
  terima kasih, untuk setiap detik yang berlalu ribuan kasih yang telah tumbuh terus menguatkan tak rapuh sebab, dengan hangat kau- beri tanpa ragu terima kasih, walau dunia telah berbeda  tak lantas menjadikan lupa bahwa hari hari selalu ku langitkan doa doa baik yang akan menghantarkan- menuju tempat terindah tuk menyatu bersama-Nya terima kasih, Pak.

dia;

Image
  tahun-tahun telah berganti perlahan membiasakan diri akan hadirnya setiap memori  yang pernah terjadi tak ada yang bisa diubah tak ada yang bisa disusun bak benang kusut yang enggan tuk dicari ujungnya masih teringat; erat pegangan jemari itu perlahan mencari celah tuk meregang dan lepas seakan bertahun-tahun telah- kesulitan bernafas bahkan tak ada yang tau kapan awal mula api mencoba merasuki setiap diri seakan hidup dan membakar  hangus jiwa jiwanya- tak terkendali semua diakhiri tak ada lagi;hati

ikhlas.

Image
perihal hati yang belum sembuh  sebab luka yang masih utuh dijerat rasa yang terkadang kambuh membuat segala usaha menjadi runtuh memerlukan waktu yang tak sebentar untuk melenyapkan sosoknya dalam ingatan yang terus mengganggu hati serta pikiran banyak pertanyaan tanpa izin bermunculan  dapatkah aku hidup tanpanya? kurang lebih demikian. Namun, waktu mampu menyadarkan dengan perasaan ikhlas untuk menerima atas apa-apa yang memang belum ketepatan-Nya pun perlahan akan disembuhkan.

Jatuh.

Image
Perihal apakah kamu melihatku atau tidak, perasaan ini murni telah jatuh kepadamu. Entah siapa yang pantas untuk menyandang predikat "salah" dalam hal ini akupun tidak tahu. Kamu yang terlalu hangat atau aku yang begitu mudah untuk tersentuh.  Aku pernah menutup segala sisi dalam diri, termasuk hati yang begitu aku jaga. Pengalaman masa lalu membuatku takut pada siapa-siapa yang mungkin datang lalu menghilang. Namun, kamu hadir dengan begitu sederhana membawa senyum hangat serta tawa hingga membuatku lupa kalau aku pernah setakut itu akan manusia. Hadirmu membawa hari beratku terasa lebih ringan dari biasanya. Ku akui itu.  Bisakah kamu melihatnya sekali saja ? Tentang bagaimana lisanmu yg terucap tanpa sadar membuatku tersenyum tanpa aba aba, Tentang betapa sulitnya aku menahan diri untuk tidak memperhatikanmu, Juga tentang bagaimana nanti ku jelaskan pada dunia bahwa aku menyukaimu tanpa harapan apa-apa. Begitu rasanya jatuhku, seperti benar namun ternyata salah...

kembali.

Image
  bila waktu membawaku- tuk menelisik pada jiwanya kemarin kehilangan menjadi hal yang paling menakutkan segala ketakutan yang menghantui diri, ketakutan yang justru datang- dari pikirannya sendiri ia rajut segala kekhawatiran membentuk berbagai macam pola cemas dan gelisah yang perlahan menjerat langkahnya seakan tak dapat bergerak kemana mana langkahnya menjadi kian berat dan hilang arah sebagian jiwanya telah pergi- bersama dengan harapan harapan yang ia ciptakan perasaannya kosong seakan hidup yang ia jalani;tak bermakna yang akhirnya pada suatu titik waktu mulai mengambil peran dengan perasaan se-ikhlas ikhlasnya menerima dengan lantang ia meyakinkan segala yang hilang akan terganti dan kembali dengan berbagai macam bentuk, rupa, dan warna yang berbeda hendaknya hati dapat selalu merasa cukup tuk menerima serta merayakan dan merangkul segala yang datang juga hilang pun dengan lapang selalu menerima  bahwa pada dasarnya semua nantinya akan kembali, dan kita hanya sedang me...