kembali.
bila waktu membawaku- tuk menelisik pada jiwanya kemarin kehilangan menjadi hal yang paling menakutkan segala ketakutan yang menghantui diri, ketakutan yang justru datang- dari pikirannya sendiri ia rajut segala kekhawatiran membentuk berbagai macam pola cemas dan gelisah yang perlahan menjerat langkahnya seakan tak dapat bergerak kemana mana langkahnya menjadi kian berat dan hilang arah sebagian jiwanya telah pergi- bersama dengan harapan harapan yang ia ciptakan perasaannya kosong seakan hidup yang ia jalani;tak bermakna yang akhirnya pada suatu titik waktu mulai mengambil peran dengan perasaan se-ikhlas ikhlasnya menerima dengan lantang ia meyakinkan segala yang hilang akan terganti dan kembali dengan berbagai macam bentuk, rupa, dan warna yang berbeda hendaknya hati dapat selalu merasa cukup tuk menerima serta merayakan dan merangkul segala yang datang juga hilang pun dengan lapang selalu menerima bahwa pada dasarnya semua nantinya akan kembali, dan kita hanya sedang me...